Showing posts with label Shio. Show all posts
Showing posts with label Shio. Show all posts

Thursday, March 3, 2016

Segala Sumber Informasi Ada di Dalam Diri Sendiri

Sampai saat ini masih banyak masyarakat awam yang senang membaca prediksi shio terlebih jika prediksinya bagus. Saya melihat hal itu lebih sekadar hiburan, kita akan senang sekali, lalu bisa kadang terjadi secara kebetulan dan banyak malahan tidak terjadi serta mudah terlupakan begitu saja. Mengapa mudah terlupakan? Karena lebih banyak yang tidak terjadi, bisa saja disampling dari 5 sumber media, bisa diprediksi 5 hal yang berbeda semua, bahkan ada yang bilang bagus, dan sumber lain memprediksi rata-rata bahkan buruk. 

Lalu bagaimana mungkin hal itu terjadi, sedangkan sampai saat ini, praktik konsultasi perjalanan hidup masih terus dicari sebagai "guidance" dalam keseharian berbisnis, menentukan karir dan aspek lainnya juga termasuk kesehatan. 

Jawabannya adalah, pengertian dan metode yang dipakai dalam analisanya. Setiap waktu kelahiran manusia mengandung informasi tahun, bulan, hari, dan jam. Setiap elemen waktu mencerminkan hal-hal yang berbeda.

 Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Tahun merepresentasikan leluhur, kakek, nenek, dan lingkungan kita.
2. Bulan merepresentasikan orang tua kita, ayah dan ibu.
3. Hari merepresentasikan diri kita, dan 
4. Jam merepresentasikan anak atau keturunan kita.

Metode tersebut adalah yang sering dipakai untuk memprediksi apa yang akan terjadi secara detail serta peristiwa apa yang akan kita alami. Lalu, sebenarnya mengapa shio tidak akurat?
Shio adalah tahun kelahiran, dimana merepresentasikan leluhur kita, sehingga prediksi shio bukan untuk diri kita namun peristiwa apa yang terjadi pada leluhur atau lingkungan kita. Sehingga banyak tidak tepatnya, bahkan bisa dibilang hanya kebetulan jika terjadi. 

Metode berikutnya yang lebih penting, bahwa setiap elemen pada tanggal lahir kita merepresentasikan juga anggota keluarga kita. Semua itu dapat dibaca dengan mereferensikan elemen-elemen yang ada terhadap elemen diri yang berada pada hari kelahiran kita, sering disebut sebagai "Day Master". Tanpa informasi "Day Master", tidak akan dapat dilakukan prediksi peristiwa apa pun. Mengapa? Karena semua peristiwa bermakna jika ada hubungan dengan elemen diri pada hari (Day Master).

Karena informasi tentang diri kita selalu bersumber pada"Day Master", maka dalam prediksi yang utama, kita bisa secara cepat memprediksi orang tersebut dari hari saja, bukan dari informasi tahunnya.

Sehingga dapat dikatakan semua sumber informasi dapat diketahui dalam diri sendiri, karena tanpa kesadaran akan diri sendiri, kita tidak akan memahami dan menyadari serta mensyukuri makna anggota keluarga serta lingkungan terhadap kita. 

Monday, September 7, 2015

Beda Umur Ideal Untuk Pernikahan

Beda umur enam (6) tahun berbahaya untuk pernikahan? Beda umur empat (4) tahun cocok untuk pernikahan? Mitos atau fakta?

Pernikahan merupakan hal yang penting dan bagian dari perjalanan hidup yang membuat kita memasuki babak baru dalam hal tanggung jawab, keinginan berbagi, rasa saling memiliki dan lain-lain. Jaman dulu, sebagian besar pernikahan diinisiasi oleh orang tua, mulai dari perkenalan sampai pendekatan, orang tua mempunyai andil yang besar untuk terjadinya pernikahan. 

Seringkali saat bertemu dengan klien yang sudah menginjak umur 60 tahun ke atas maka akan menanyakan apakah anaknya bisa menikah dengan calonnya yang berbeda usia enam (6) tahun, karena banyak orang mengatakan mereka adalah "ciong", tidak boleh bersama. Mereka dengar dari orangtua dan lingkungan sejak jaman dulu, sehingga jika sang anak memiliki calon pasangan yang berbeda enam (6) tahun, biasanya langsung dinasehati untuk jangan dilanjutkan ke pernikahan. Pernyataan ini bertahan hingga saat ini.

Sebaliknya mereka berharap anaknya berbeda umur empat (4) tahun sehingga akan cocok atau "klop", seperti "jumlah kaki meja", Bagaimana yang sebenarnya dan apakah memang itu yang terbaik? Tentu saja jawabannya tidak benar dan itu adalah mitos.

Dalam ilmu metafisika timur, yaitu BaZi, ada formula bahwa berbeda enam (6) tahun adalah "clash" atau konflik, dan berbeda empat (4) tahun adalah "combined". Formula ini dibawa terus menerus sejak dahulu sampai saat ini. Pernah sebelumnya saya bahas mengenai elemen diri, bahwa dalam perhitungan formula yang dihitung utama adalah elemen diri bukan shio tahun, sehingga walaupun tahun berbeda enam (6) adalah "clash", bukan berarti ketidakcocokan di antara pasangan tersebut. Formula yang diaplikasikan perlu dianalisa secara teliti baru dapat dikatakan bahwa pasangan tidak cocok.

Begitu juga dengan beda umur empat (4) tahun, dianggap lebih cocok, karena sesuai "jumlah kaki meja". Dahulu memang kaki meja adalah empat (4), namun seiring perkembangan desain, jumlah kaki meja bervariasi mulai dari satu (1) sampai empat (4), kadang lebih juga, apakah masih relevan? Tentu saja jawabannya tidak relevan. Seperti kasus beda umur enam (6) tahun, beda umur empat (4) tahun juga tidak ada yang menjamin bahwa mereka akan lebih awet dan cocok. Karena ada formula lain dan berbeda yang dapat dilihat apakah mereka lebih cocok atau tidak.

Jadi tidak sesederhana itu dengan mengatakan beda enam (6) tahun tidak cocok, dan kadang ada yang menambahkan harus saling ribut supaya bertahan dan umur panjang keduanya. Pernyataan ini yang salah dan tidak berdasar. 

Sekali lagi bisa dilakukan riset dengan mengumpulkan orang dengan umur selisih enam (6) tahun dan empat (4) tahun, apakah sesuai dengan asumsi di atas. Yang pasti ada klien-klien saya yang berbeda enam (6) tahun telah menikah lebih dari 50 tahun, jadi sekali lagi hati-hati dengan asumsi yang tidak berdasar tersebut.

Banyak faktor yang mempengaruhi keberlangsungan sebuah pernikahan, dengan rumus-rumus BaZi, kita mempelajari karakter masing-masing pasangan, peluang, serta bagaimana kecocokan mereka berdua yang dikombinasikan dengan budaya, value atau nilai yang dipegang, serta kesiapan melewati rintangan dari waktu ke waktu.


Dari semua itu, berdasarkan pengalaman saya mengkonsultasi pasangan adalah seberapa besar komitmen bersama untuk memperjuangkan sebuah hubungan, dan ingatlah itu yang terpenting dari semuanya, karena terjadinya hubungan karena interaksi kedua belah pihak, sehingga jika salah satu pihak menyerah untuk berjuang mempertahankan hubungan dengan berbagai alasan, maka itulah penyebab utama hubungan tidak bertahan atau sebaliknya dapat bertahan. Jadi bukan karena beda umur enam (6) tahun atau empat (4) tahun ya. (WJS)

Monday, August 24, 2015

Anak Shio Naga Pembawa Hoki

Tiga (3) tahun lalu yaitu tahun 2012 tepatnya di bulan 8 dan tanggal 8, yaitu 8 Agustus 2012, banyak ibu-ibu keturunan chinese yang berlomba-lomba ingin melahirkan anaknya di tanggal tersebut. Hampir semua rumah sakit kelas menengah atas bahkan rumah sakit umum seperti RS Harapan Kita pun penuh dengan operasi caesar pada tanggal tersebut. Dokter bedah "laku keras", mereka sampai menolak-nolak, dan mengatur ulang jadwal kelahiran caesar di hari-hari berikutnya. Pertanyaannya mengapa?

Jawabannya adalah karena tahun naga dan angka 8. Mengenai angka sudah saya uraikan pada tulisan sebelumnya, bahwa angka bukan yang utama, bukan prioritas walaupun bagi sebagian besar orang keturunan chinese angka 8 disakralkan dalam artian harus didapat. Lalu mengapa setiap tahun naga selalu ibu-ibu ingin melahirkan anak dan mempunyai anak "naga".

Sejarahnya demikian, naga dahulu dipakai sebagai simbol bagi Kaisar di Kerajaan China. Pada jaman dinasti Qing, naga dipakai sebagai bendera kerajaan. Serta naga juga diasosiasikan dengan "Heaven", sehingga simbol naga terasosiakan dengan raja, power atau kekuasaaan 
serta keberuntungan.


Dengan asosiasi naga adalah keberuntungan dan pembawa hoki, maka dengan "terbawa emosi", banyak keluarga berlomba melahirkan anak di tahun naga. Apakah benar pemikiran tadi? Jawabannya dengan jelas saya jawab tidak benar.

Pertama, secara logika bahwa, jika semua anak naga hoki, maka dipastikan semua raja China waktu itu pasti bershio naga. Ternyata tidak..
Ditambah lagi, tidak semua kepala negara lahir di tahun naga.

Kedua, dalam ilmu BaZi, pernah saya bahas mengenai "Noble Man", sang penolong, orang yang bershio naga kehilangan satu (1) karakter kesempatan mendapatkan sang penolong, karena dalam rumus atau formula "Noble Man", naga termasuk cabang bumi yang bukan "Noble Man", jadi anak kelahiran tahun naga kemungkinan keberuntungannya lebih kecil.

Sebagai praktisi BaZi dan Feng Shui, saya lebih merekomendasikan klien untuk melahirkan Anak bukan di tahun "Naga" dan "Anjing", selain itu anak yang "hoki" adalah kombinasi elemen diri dari BaZi nya dengan saudara dan orang tuanya serta Feng Shui rumah yang baik, sehingga semuanya mendukung energi positif bagi si anak. 

Yang terakhir, anak yang "hoki" adalah anak yang selalu mendapatkan pertolongan saat mereka kesulitan, seperti di tulisan saya sebelumnya, jadi bukan harus yang bershio Naga. (WJS)

Monday, June 22, 2015

Prediksi Kebenaran dengan 12 Shio

Prediksi Kepribadian dengan 12 Shio... Apakah benar atau salah kaprah?

Pada suatu waktu, rekan saya ditanya oleh dua (2) orang atasannya, apakah kamu lahir saat malam hari? Teman saya menjawab ya. Lalu sang atasan berkata," Pantas saja Anda malas". Namun atasannya yang lain berkata sebaliknya, "Anda sangat beruntung karena tidak perlu bekerja keras".

Pernahkah kita diberikan emblem oleh orang tua atau lingkungan pergaulan kita dengan cara sesederhana itu? 

Lalu ada lagi pertanyaan yang sering ditanyakan bagi orang keturunan chinese, "kamu shio apa?" Jika jawabannya kuda, maka ada yang bilang bahwa pantas saja capek dan harus bekerja keras. Jika jawabannya shio naga, maka ada yang bilang Anda beruntung dan berpotensi menjadi pemimpin.

Apakah ungkapan tersebut bisa dipercaya? Tentu saja jawabannya tidak.

Banyak orang-orang yang keturunan chinese menyamakan anak-anaknya dengan sebutan shio atau hewan, seperti shio babi sangat beruntung tidak perlu bekerja keras, sedangkan shio monyet sebagai orang yang cerdas dan kreatif. 

Yang lebih menarik lagi saat menikah selalu ditanya apa shio pasangannya. Jika punya wanita shio macan dianggap tidak baik, karena dipercaya bisa memakan suaminya. 

Jika diceritakan lebih lanjut banyak prasangka-prasangka yang diungkapkan tidak berdasar. Mengapa, bayangkan jika seorang yang lahir di tahun yang bershio naga, apakah nasibnya sama semua sebagai pemimpin dan berkuasa, jika iya, sejak sekolah guru-guru akan kerepotan memilih ketua kelas yang terbaik karena semuanya adalah pemimpin tangguh. Dan seolah-olah jika lahir pada tahun yang sama akan mengalami nasib yang sama.

Sekali lagi tidak masuk akal bukan. Tidak mungkin seorang yang lahir di tahun yang bershio sama bernasib sama, karena akan ada jutaan Orang seperti Pak Jokowi.....dan semua calon presiden ya jika benar.

Masalahnya darimana asal usulnya?

Dahulu kala, tahun kelahiran digunakan sebagai analisa nasib seseorang, yang dinamakan shio, simbol 12 hewan, dan hal ini digunakan turun temurun. Saat seseorang mengatakan shionya, maka peramal akan mendeskripsikan karakter orang tersebut berdasarkan hewan simbol tahun kelahirannya. Ini adalah level paling awal (primitif) dalam sejarah prediksi nasib seseorang. Namun informasi ini awet dan sudah memasyarakat sampai sekarang menjadi salah kaprah.

Kemudian di Masa Dinasti Song (960-1279 AD), ada seseorang bernama Xu Zi Ping, yang membuat penemuan revolusioner bagaimana memetakan perjalanan hidup seseorang. Ia menggunakan batang langit hari untuk merepresentasikan kepribadian seseorang, dan pemikiran serta buku Xu Zi Ping inilah yang menjadi dasar dalam pelajaran BaZi.

Di mana tanggal lahir seseorang mulai dari tahun, bulan, hari, dan jam ditulis masing-masing dalam dua (2) karakter yang terdiri dari elemen-elemen di alam.

Kombinasi formula-formula yang dari elemen-elemen inilah yang dapat mengungkapkan perjalanan hidup seseorang, dan bukan shio tahun kelahiran.

Jadi tidak benar, jika tahun kelahiran atau shio digunakan untuk prediksi perjalanan dan sifat karakter manusia. Karena jika shio benar, maka akan berarti kita dalam satu (1) angkatan sekolah akan juara satu bersama atau tidak naik kelas bersama ya.......dan sekali lagi guru sekolah akan kebingungan....tidak dapat menampung murid baru jika satu (1) angkatan tidak naik semua. 
(WJS)