Apa kegiatan yang saat ini yang sering dilakukan keluarga
menjelang liburan? Tentu saja jawabannya melakukan perjalanan ke tempat baru.
Setiap melakukan perjalanan membuat diri kita menjadi bersemangat, dimulai dari
menentukan tujuan bersama, mencari tiket terbaik, tempat akomodasi yang
menyenangkan, dan persiapan barang-barang yang mendukung kegiatan perjalanan
tersebut. Untuk perjalanan ke daerah musim panas
atau daerah musim dingin, tentu membutuhkan perlengkapan yang berbeda, minimal
jenis pakaian yang berbeda ketebalannya sampai jas hujan, jaket, jenis sepatu
yang lainnya.
Persiapan yang terencana membuat kita menjadi lebih
siap dan menikmati liburan lebih optimal.
Itinerary yang kita buatpun secara umum akan
terlaksana kecuali ada hal-hal yang diluar kontrol kita. Sebaliknya bagaimana
jika kita tidak melakukan persiapan, misalnya diajak mendadak oleh teman atau
saudara untuk berlibur bersama, yang pasti senang bercampur deg-degan, karena
kita tidak tahu secara keseluruhan mau diajak kemana, mau beraktifitas apa
saja, sehingga ada hal-hal yang membuat kita akan kecewa setelah di lokasi.
Misalnya jika cuaca hujan dan kita tidak membawa payung, maka kita akan meneduh
dulu sehingga kehilangan waktu untuk ke tempat liburan lainnya.
Bagaimana jika cerita perjalanan liburan di
atas adalah perjalanan hidup kita sendiri. Beberapa minggu lalu, saya diminta
oleh teman saya untuk melakukan konsultasi BaZi untuk keluarganya, sebut saja
namanya Clara (bukan nama sebenarnya). Sudah lama tidak berjumpa, walau sering
berhubungan via whatsapp, namun belum
pernah membahas BaZi untuk tahun ini 2015. Saat saya membaca chart BaZi nya
untuk tahun ini, saya melihat bahwa tahun ini dia akan mengeluarkan banyak
uang, baik untuk liburan dan juga berpindah profesi dari karyawan menjadi self
employment. Saya sarankan untuk melakukan penghematan dan menghindari melakukan
hal-hal yang beresiko tanpa perhitungan matang sehingga lebih menjaga
pengeluaran.
Begitu saya ceritakan hal tersebut di atas, Clara
berkata kepada saya, wah sayang ya sudah kejadian, coba tahu lebih awal, saya
akan tetap sebagai karyawan saja. Saat ini Clara membuka perusahaan yang sudah
berjalan enam (6) bulan, namun sampai sekarang tidak ada konsumen, dan uangnya
selain untuk buka usaha sudah keluar banyak untuk berlibur bersama keluarga ke
Eropa. Sehingga apa yang saya bacakan persis gambaran yang dialami oleh Clara.
Sederhananya "Good Luck" or
"Bad Luck". Secara umum
tahun ini adalah "Bad Luck"
bagi Clara. Namun apa artinya "Bad
Luck"?
"Bad
Luck" bukan berarti sepenuhnya nasib kita jelek, namun lebih kepada
kita harus lebih hati-hati dan waspada dalam mengambil keputusan penting untuk
jangka panjang terutama tanpa perhitungan yang matang. Sehingga untuk kasus
Clara, jika tahun ini "Bad Luck",
dia lebih baik masih sebagai karyawan, daripada pindah menjadi pengusaha,
karena menjadi karyawan lebih aman daripada pengusaha dalam hal finansial, dan
saat liburan sebaiknya bisa diubah menjadi liburan di dalam negeri atau bahkan
dalam kota sehingga pengeluarannya lebih terkontrol. Sekali lagi bukannya kita
tidak berlibur, namun lebih mempunyai opsi.
Di masyarakat saat ini ada dua (2) pihak dalam
melihat analisis BaZi. Pihak pertama, yang merasa tak ada gunanya melihat BaZi
karena "path of life" tidak
bisa dirubah, jadi dijalani saja. Sedang pihak kedua, yang merasa perlu
mengetahui BaZi karena melalui analisis BaZi, mereka dapat mengetahui kekuatan,
kelemahan, serta tantangan dan peluang yang ada dalam periode waktu tertentu,
dalam manajemen modern bahasa kerennya adalah Strength Weakness Opportunity and Threat (SWOT). Lewat informasi
yang didapat dari analisa BaZi, mereka dapat merencanakan dan mengambil
keputusan untuk menjalani periode kehidupan yang saat ini dan di kemudian hari.
Jadi mereka lebih siap dalam menjalani tahun berjalan. Dengan analisis BaZi,
kita lebih tahu hal-hal apa yang akan kita alami, misalnya kita mengetahui
bahwa organ jantung merupakan kelemahan kita, maka kita akan mengupayakan lebih
banyak berolahraga dan mengurangi makanan yang berkolesterol.
Banyak orang beranggapan, bahwa analisis BaZi tidak
bisa mengubah kegidupan, namun perlu diingat dalam filosofi Metafisika Chinese,
ada tiga (3) faktor yang mempengaruhi hidup kita, yaitu Tian (Langit, BaZi), Di
(Bumi, Feng Shui) dan Ren (Manusia,
"free will"). Lalu
bagaimana aplikasinya? Orang yang sukses, adalah orang yang menggabungkan
ketiga faktor tersebut, dengan tujuan mencapai hasil yang optimum.
Masing-masing mempunyai peranan, jadi dengan analisis BaZi, kita dapat memahami
kehidupan dan dapat merencanakan untuk melakukan aktifitas setiap saat yang
meminimalkan kerugian dan memaksimalkan keuntungan.
Sebagai contoh, dua (2) orang yang kelahiran sama,
yang dianalisa baik secara BaZi, yang seorang sebagai karyawan, sedang yang
satu lagi sebagai pengusaha. Sebagai karyawan, tentunya nasib baik adalah
membuat keuntungan besar untuk perusahaannya sehingga dirinya mendapat promosi
dan bonus, sedangkan seorang lagi yang pengusaha yang melakukan bisnis sendiri,
nasib baik adalah mendapatkan keuntungan besar bagi perusahaannya sendiri.
Jadi kesamaannya, mereka berdua bernasib baik dan
menghasilkan keuntungan yang besar, namun bedanya, si karyawan hanya
mendapatkan promosi dan kenaikan gaji sedangkan si pengusaha mendapatkan
keuntungan besar untuk dirinya sendiri, karena dialah pemilik perusahaannya.
Sehingga untuk bisa mengoptimalkan kehidupan kita,
langkah awalnya adalah mengetahui dahulu "path of life" kita melalui
analisis BaZi, setelah diketahui, maka kita menyusun rencana dan
langkah-langkah yang tepat agar bisa mencapai kesuksesan. Perjalanan jauh
selalu dimulai dengan langkah kecil di awal. Seperti halnya mempersiapkan
liburan kita, semakin kita siap, semakin kita menikmati liburan kita, dan
semakin berkesan dalam menjalaninya. (WJS)